Rabu, 19 Desember 2012
Triterpenoid
Triterpenoid merupakan metabolit dari oligomer pirofosfat isopentenil dan Represent kelompok terbesar dari phytochemical. Sudah lebih dari 20.000 Perkiraan Bahwa triterpenoid ada di alam. Mereka
terutama ditemukan dalam berbagai tanaman, termasuk laut-gulma serta
seperti lilin pelapis berbagai buah-buahan dan tanaman obat, Termasuk
apel, cranberry, buah ara, zaitun, mistletoe, lavender, oregano, thyme,
dan rosemary. Triterpenoid
yang disentesis pada tanaman oleh siklisasi squalene, hidrokarbon
triterpene dan prekursor dari semua steroid. Mereka
dapat subclassified ke Selanjutnya Termasuk cucurbitanes beragam
kelompok, cycloartanes, dammaranes, euphanes, friedelanes, holostanes,
hopanes, isomalabaricanes, lanostanes, limonoid, lupanes, oleananes,
protostanes, sqalenes, tirucallanes, ursanes dan senyawa lain-lain. Meskipun
triterpenoid Were Dianggap biologis aktif untuk jangka waktu yang
panjang, mengumpulkan bukti-bukti tentang Kegiatan luas spektrum mereka
farmakologi ditambah dengan profil toksisitas rendah telah memicu minat
baru berkaitan dengan kesehatan manusia dan penyakit. Triterpenoid
yang digunakan untuk Tujuan Obat di banyak negara Asia untuk
antiinflamasi, analgesik antipiretik,, hepatoprotektif, kardiotonik,
efek penenang dan tonik. Penelitian
terbaru menegaskan Memiliki tidak hanya beberapa sifat farmakologi
tersebut dari beberapa triterpenoid, Tapi Juga Diidentifikasi berbagai
Kegiatan Biologi tambahan Termasuk antioksidan, antimikroba, antivirus,
antialergi, antipruritus, aktivitas antiangiogenic dan spasmolitik. Sebuah
Meningkatnya jumlah triterpenoid Telah Dilaporkan untuk menunjukkan
sitotoksisitas terhadap berbagai sel kanker tanpa mewujudkan setiap
toksisitas pada sel normal. Mereka Juga Menunjukkan Keampuhan antitumor pada hewan model praklinis kanker. Sejumlah
besar triterpenoid Telah disintesis oleh modifikasi struktur senyawa
alami untuk optimasi bioaktivitas, dan Beberapa dari ini semi-sintetik
analog yang Dianggap The triterpenoid antiinflamasi dan anti kanker
paling ampuh Dikenal Manusia. Efikasi antitumor dari triterpenoid beberapa saat ini sedang dalam tahap ditinjau I uji klinis.
Kamis, 13 Desember 2012
Kolesterol
Kolesterol merupakan salah satu dari
golongan lipida yang memiliki komponen alcohol steroid yang berfungsi sebagai
sumber kalori. Karakteristik dari kolesterol yaitu berwarna kekuningan dan
berupa seperti lilin yang disintesis oleh tubuh manusia terutama di dalam hati.
Kolesterol merupakan zat yang essensial yang berfunngsi untuk membrane sel
tubuh, merupakan bahan pokok untuk pembentukan garam empedu yang sangat
diperlukan untuk pencernaan makanan, dan bahan baku untuk memebentuk hormone
steroid misalnya testosterone, progesterone, estrogen, dan lain sebagainya.
Kolesterol sebagian
besar disintesis di dalam hati, dan sedikit oleh kelenjar adrenal, testis,
kulit, dan usus. Sintesis kolesterol dapat dibagi menjadi tiga tahap, yaitu :
1. Pembentukkan β-hidroksil-
β-metilgltaril-KoA (HMG-KoA) dari Asetil KoA
2. Pengubahan HMG-KoA menjadi
skualena
3. Pengubahan skualena menjadi
kolesterol
1. Pembentukkan β-hidroksil-
β-metilgltaril-KoA (HMG-KoA) dari Asetil KoA
Tahap pertama, sintesis kolesterol
berlangsung di sitoplasma. Asetil KoA dihasilkan dari asam lemak atau piruvat
dari mitokondria. Kondensasi dua molekul asetil-KoA membentuk β-ketobutiril-KoA
(asetoasetil KoA) dan dikatalisis oleh enzim tiolase. Reaksi berikutnya yaitu
β-ketobutiril-KoA berkondensasi lagi dengan satu molekul asetil-KoA membentuk
HMG-KoA yang dikatalisis oleh enzim HMG-KoA sintase.
2. Pengubahan HMG-KoA menjadi skualena
Enzim HMG-KoA reduktase akan
mereduksi HMG-KoA menjadi mevalonat. Enzim ini berada diretikulum endoplasma.
Pada proses reduksi ini dibutuhkan ekivalen pereduksi yangdisuplai oleh NADPH.
Mevalonat diubah menjadi farnesilpirofosfat dalam sitoplasma. Mevalonat kinase
mengatalisis terbentuknya fosfomevalonat. Selanjutnya fosfomevalonat
dikatalisis oleh fosfomevalonat kinase menghasilkan 5-pirofosfomevalonat.
Selanjutnya 5-pirofosfomevalonat diubah menjadi isopentenil pisofosfat yang
melibatkan reaksi dekarboksilasi dan dehidrasi oleh enzim mevalonat
5-pirofosfat dekarboksilase. Tahap selanjutnya isopentenil pisofosfat akan
diubah menjadi isomernya yaitu dimetilalil pifosfat yang dikatalisis oleh
isopentenil pisofosfat isomerase. Kondensasi antara isopentenil pisofosfat
dengan dimetilalil pifosfat akan menghasilkan geranilpirofosfat yang
dikatalisis oleh dimetilalil transferase. Selanjutnya geranilpirofosfat
dikatalisis ooleh geranil transferase dan menghasilkan farnesilpirofosfat.
Reaksi kondensasi dua molekul farnesilpirofosfat akan membentuk skualena dengan
bantuan farnesil transferase atau nama lainnya yaitu skualena sintase yang reaksinya
memebutuhkan NADPH sebagai donor elektron.
3. Pengubahan skualena menjadi
kolesterol
Tahap terakhir dalam lintasan
biosintesis kolesterol dimulai dari terikatnya skualena pada protein pengangkut
spesifik yang ada di sitoplasma dikenal sebagai protein pengangkut sterol (sterol
carrier protein). Skualena yang bertemu dengan O2 akan
dikatalisis oleh enzim skualena monooksigenase dengan donor elektron dari NADPH
membentuk skualena-2, 3-epoksida. Skualena-2, 3-epoksida melepasakan elektron
ketika dikatalis oleh 2, 3-oksidoskualena lanosterol siklase menjadi
lanosterol. Lanosterol akan berikatan dengan protein pengangkut yang kedua
dalam reaksi sampai selesai. Lanosterol yang diubah menjadi kolesterol melalui
20 reaksi yang dikatalis oleh enzim-enzim dalam membrane mikrosom. Salah satu
reaksinya yaitu yang terkahir setelah lanosterol diubah menjadi
7-dehidrokolesterol melalui 19 reaksi, produk ini kemudian direduksi oleh NADPH
membentuk kolesterol.
Kamis, 29 November 2012
Nikotin
Nikotin
adalah obat yang bersifat adiktif, sama seperti kokain dan heroin. Bentuk
nikotin yang paling umum adalah tembakau, yang dihisap dalam bentuk rokok,
cerutu, dan pipa. Tembakau juga dapat digunakan sebagai tembakau sedotan
dan dikunyah (tembakau tanpa asap). Walaupun kampanye tentang bahaya merokok
sudah menyebutkan betapa berbahayanya merokok bagi kesehatan tetapi pada
kenyataannya sampai saat ini masih banyak orang yang terus merokok. Hal
ini membuktikan bahwa sifat adiktif dari nikotin adalah sangat kuat.
Secara perilaku, efek stimulasi dari nikotin menyebabkan
peningkatan perhatian, belajar, waktu reaksi, dan kemampuan untuk memecahkan
masalah. Menghisap rokok meningkatkan mood, menurunkan ketegangan dan
menghilangkan perasaan depresif. Pemaparan nikotin dalam jangka pendek
meningkatkan aliran darah serebral tanpa mengubah metabolisme oksigen serebral,
tetapi pemaparan jangka panjang akan disertai dengan penurunan aliran darah
serebral. Berbeda dengan efek stimulasinya pada sistem saraf pusat, bertindak
sebagai relaksan otot skeletal. Komponen psikoaktif dari tembakau adalah
nikotin. Nikotin adalah zat kimia yang sangat toksik. Dosis 60 mg pada orang
dewasa dapat mematikan, karena paralisis ( kegagalan ) pernafasan.
Nikotin adalah merupakan candu yang sangat kuat ! Nikotin rokok
mengandung lebih banyak zat addictive (zat yang menyebabkan kecanduan) daripada
heroin ataupun kokain. Perusahaan-perusahaan rokok seringkali memanipulasi
kadar nikotin pada rokok yang mereka produksi agar memberikan rasa yang tetap
sama. Mereka juga tidak bisa memastikan kadar nikotin yang sama pada setiap
batang rokok yang anda hisap.
Sabtu, 24 November 2012
Ujian Mid Semester
Matakuliah : Kimia Bahan Alam
Kredit : 2 SKS
Dosen : Dr. Syamsurizal, M.Si
Hari/Tanggal : Sabtu, 24 november 2012
Waktu : 15.30 sd 09.00 pagi ( 26 november 2012 )
Jawaban anda di posting diblog masing – masing. Ujian ini open book. Bilamana ditemukan anda mencontek jawaban teman anda maka anda dipastikan GAGAL dari mata kuliah ini.
Matakuliah : Kimia Bahan Alam
Kredit : 2 SKS
Dosen : Dr. Syamsurizal, M.Si
Hari/Tanggal : Sabtu, 24 november 2012
Waktu : 15.30 sd 09.00 pagi ( 26 november 2012 )
Jawaban anda di posting diblog masing – masing. Ujian ini open book. Bilamana ditemukan anda mencontek jawaban teman anda maka anda dipastikan GAGAL dari mata kuliah ini.
1. Kemukakan gagasan anda bagaimana cara
mengubah suatu senyawa bahan alam yang tidak punya potensi ( tidak aktif ) dapat
dibuat menjadi senyawa unggul yang memiliki potensi aktifitas biologis tinggi.
Berikan dengan contoh.
Jawaban:
Berdasarkan hasil pemikiran saya, saya mempunyai
satu pendapat. Jika kita ingin mengubah suatu senyawa bahan alam yang tidak
reaktif menjadi suatu senyawa bahan alam lain yang memiliki potensi keaktifan
yang lebih tinggi, maka kita perlu mereaksikannya, misalnya reaksi subtitusi.
Reaksi subtitusi disini adalah reaksi penggantian gugus fungsi dari senyawa
tersebut, sehingga senyawa tersebut akan mengalami perubahan baik pada struktur
maupun sifat-sifat kimianya. Contohnya, kita dapat mengubah suatu senyawa
flavon menjadi senyawa isoflavon. Hal ini bergantung pada kereaktifan dari
senyawa tersebut, untuk itu kita harus mengetahui sifat dari senyawa-senyawa
tersebut agar kita dapat mengubahnya dari senyawa yang tidak aktif menjadi
senyawa yang memiliki potensi aktifitas yang lebih tinggi.
2. Jelaskan bagaimana idenya suatu senyawa
bahan alam yang memiliki potensi biologis tinggi dan prospektif untuk
kemaslahatan makhluk hidup dapat disintesis di laboratorium.
Jawaban:
Sebelum dilakukan sintesis, perlu
diidentifikasi terlebih dahulu kandungan senyawa dari suatu sampel, misalnya
pada tumbuhan terkandung suatu senyawa bahan alam tertentu. Pengetahuan
mengenai senyawa-senyawa bahan alam yang akan disintesis harus dikuasai
terlebih dahulu, agar saat mensintesis senyawa tersebut tidak mengalami
kesulitan. Misalnya dari segi sifat kimia dari senyawa tersebut, agar kita
tidak salah dalam menentukan pelarut yang digunakan untuk mensintesisnya.
Setelah pengetahuan mengenai senyawa bahan alam yang akan disintesis tersebut kita kuasai, maka kita dapat melakukan sintesis
terhadap senyawa bahan alam yang terkandung dari sampel yang akan digunakan.
Sintesis senyawa bahan alam dapat dilakukan dengan mengisolasi senyawa
tersebut. Misalnya untuk mensintesis senyawa flavonoid, dapat dilakukan dengan
metode ekstraksi cair-cair dan metode pemisahan kromatografi lapis tipis.
3. Jelaskan
kaidah-kaidah pokok dalam memilih pelarut untuk isolasi dan purifikasi suatu
senyawa bahan alam. Berikan dengan contoh untuk 4 golongan senyawa bahan alam :
Terpenoid, alkaloid, Flavonoid, dan Steroid.
Jawaban:
Kaidah-kaidah pokok dalam memilih
pelarut untuk isolasi dan purifikasi suatu senyawa bahan alam, diantaranya
adalah:
a) Memiliki gradient temperatur yang besar dalam
sifat kelarutannya.
b) Titik didih pelarut harus dibawah titik lebur senyawa yang akan
dikristalkan
c) Titik
didih pelarut yang rendah sangat menguntungkan pada saat pengeringan.
d) Bersifat inert (tidak bereaksi) terhadap senyawa
yang akan dikristalkanatau
direkristalisasi.
Contoh
pelarut untuk:
a. terpenoid: metanol, asam sulfat, kloroform, n-butanol, etil asetat, n-heksan.
a. terpenoid: metanol, asam sulfat, kloroform, n-butanol, etil asetat, n-heksan.
b. alkaloid: Etanol 95%, KOH-Etanolik 10%, Benzen, Etil asetat, Anisaldehida-asam
sulfat
c. flavonoid: Asam asetat, Metanol, Butanol
d. steroid: n-heksana, kloroform, etil asetat
methanol, asam sulfat pekat.
4. Jelaskan
dasar titik tolak penentuan struktur suatu senyawa organik. Bila senyawa bahan
alam tersebuat adalah kafein misalnya. Kemukakan gagasan anda hal – hal pokok
apa saja yang di perlukan untuk menentukan strukturnya secara keseluruhan.
Jawaban:
Daerah dengan bilangan
gelombang 1400 – 4000 cm-1 yang berada dibagian kiri spektrum IR,
merupakan daerah yang khusus berguna untuk identifikasi gugus-gugus fungsional,
yang merupakan absorbsi dari vibrasi ulur. Selanjutnya daerah yang berada
disebelah kanan bilangan gelombang 1400 cm-1 sering kali
sangat rumit karena pada daerah ini terjadi absorbsi dari vibrasi ulur dan
vibrasi tekuk, namun setiap senyawa organik memiliki absorbsi yang
kharakteristik pada daerah ini. Oleh karena itu bagian spektrum ini
disebut daerah sidikjari (fingerprint region). Saat ini ada dua macam instrumen yaitu spektroskopi IR
dan FTIR (Furier Transformation Infra Red). FTIR lebih sensitif dan akurat
misalkan dapat membedakan bentuk cis dan trans, ikatan rangkap
terkonyugasi dan terisolasi dan lain-lain yang dalam spektrofotometer IR tidak
dapat dibedakan. Dalam menginterpretasi suatu spektrum IR senyawa hasil
isolasi/sintesis, fokus perhatian dipusatkan kepada gugus fungsional utama
seperti karbonil (C=O), hidroksil (O-H), nitril (C-N) dan lain-lain. Serapan
C-C tunggal dan C-H sp3 tidak perlu terlalu dipusingkan karena
hampir semua senyawa organik mempunyai serapan pada daerah tersebut.
hal
– hal pokok yang di perlukan untuk menentukan struktur kafein:
1.Perhatikan,
apakah ada gugus karbonil (C=O) pada daerah 1820-1600 cm-1 yang
puncaknya tajam dan sangat karakteristik.
2. Bila ada gugus
karbonil, maka perhatikan kemungkinan gugus fungsional berikut, jika tidak ada
maka dilanjutkan pada langkah 3.
a. Asam
karboksilat akan memunculkan serapan OH apda daerah 3500-3300 cm-1
b. Amida
akan memberikan serapan N-H yang tajam pada daerah sekitar 3500 cm-1
c. Ester
akan memunculkan serapan C-O tajam dan kuat pada 1300-1000 cm-1
d. Anhirida
akan memunculkan serapan C=O kembar pada 1810 dan 1760 cm-1.
e. Aldehida
akan memunculkan C-H aldehida intensitas lemah tajam pada 2850-2750 cm-1 baik
yang simetri maupun anti-simetri
f. Keton.
Dengan panduan diatas, dapt ditemukan gugus- anhidrida,
aldehida, dan keton. Dari itu kita dapat mengetahui dan menentukan struktur
dari senyawa kafein tersebut.
Jumat, 02 November 2012
Terpenoid
Terpenoid tanaman digunakan secara ekstensif untuk kualitas
aromatik mereka. Mereka memainkan peran dalam obat herbal tradisional dan
berada di bawah penyelidikan untuk fungsi farmasi antibakteri, antineoplastik,
dan lainnya. Terpenoid berkontribusi terhadap aroma eucalyptus, rasa kayu
manis, cengkeh, dan jahe, warna kuning pada bunga matahari, dan warna merah
pada tomat terkenal terpenoid termasuk citral, mentol, kamper, salvinorin A di
pabrik. Salvia Divinorum, dan cannabinoids ditemukan dalam Cannabis.
Struktur dan klasifikasi
Terpene adalah hidrokarbon yang dihasilkan dari kombinasi
unit isoprena beberapa. Terpenoid dapat dianggap terpen sebagaimana telah
diubah, kelompok metil dimana telah dipindahkan atau dihapus, atau atom oksigen
tambahan. Beberapa penulis menggunakan "terpena" istilah yang lebih
luas, untuk menyertakan terpenoid Sama seperti terpen, terpenoid yang dapat
diklasifikasikan sesuai dengan jumlah unit isoprena yang digunakan:
* Hemiterpenoids,
1 isoprena unit (5 karbon)
* Monoterpenoids,
2 unit isoprena (10C)
* Seskuiterpenoid,
3 unit isoprena (15C)
* Diterpenoids, 4
unit isoprena (20C) (misalnya ginkgolides)
*
Sesterterpenoids, 5 unit isoprena (25C)
* Triterpenoids, 6
unit isoprena (30C) (misalnya sterol)
* Tetraterpenoids,
8 unit isoprena (40C) (misalnya karotenoid)
* Polyterpenoid
dengan jumlah yang lebih besar dari unit isoprena
Terpenoid juga dapat diklasifikasikan menurut jumlah
struktur siklik yang dikandungnya. Pada tahun 1995, Julius Anitnec menemukan
bahwa terpenoid dapat diuji untuk menggunakan uji Salkowski
Meroterpenes adalah setiap senyawa, termasuk produk alami
banyak, memiliki struktur terpenoid parsial
Sederhana versi dari jalur sintesis steroid dengan
pirofosfat isopentenil intermediet terpenoid (IPP), pirofosfat dimethylallyl
(DMAPP), pirofosfat geranyl (GPP), dan squalene ditampilkan. Beberapa
intermediet dihilangkan untuk kejelasan.
Langganan:
Postingan (Atom)





